Saat kamu merasakan cinta sejati,
kamu menyayangi apa adanya?
memahami kekurangannya?
menutupi kelemahannya
sambil melihat sisi terbaiknya??
Saat kamu cinta buta dengan seseorang,
kamu menganggapnya dia begitu sempurna
hingga menutupi seluruh kekurangan
yang ada pada dirinya.
Hmmmmm…
sebenarnya.....
antara Cinta Buta dan Cinta Sejati
ada helai tipis yang memisahkan.
Saat kamu mencintai seseorang begitu dalamnya,
kemungkinan besar kamu akan mencoba memahami kekurangannya.
Di saat itu.. apakah kamu mencintainya secara buta
atau memang hanya mencintai dia apa adanya?
Saat dia melakukan kesalahan dan kamu memaafkannya,
karena namanya manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan,
apakah itu berarti mencintainya secara buta
atau mencintai apa adanya?
Saat hadir seseorang yang lebih baik darinya,
namun tak juga kamu berpaling dari sang kekasih
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?
Atau saat kamu menganggapnya begitu sempurna
sehingga tak ada yang mampu menggantikan kehadirannya,
apakah itu berarti mencintai apa adanya
atau mencintai secara buta?
Sampai sejauh mana kita bisa mencintai apa adanya
tanpa harus membutakan mata?
Apakah mungkin seseorang mencintai apa adanya tanpa menjadi buta?
Ataukah mencintai secara buta berarti juga mencintai apa adanya?
Saturday, July 28
Posted by iNi pHy.... at Saturday, July 28, 2007 0 comments
Hanya butuh sedetik tuk melirikmu,
semenit tuk mengingatmu,
sejam tuk menyukaimu,
sehari tuk menyayangimu,
namun butuh seumur hidup tuk melupakanmu...
Posted by iNi pHy.... at Saturday, July 28, 2007 1 comments
Thursday, July 26
TenTan9 TeMan..
Kenapa marah jika teman
Kenapa berharap jika teman
Kenapa tersakiti jika teman
Jika hanya teman kenapa bersedih?
Jika hanya teman kenapa merindu?
Jika hanya teman kenapa ada cemburu..?
Teman, jangan pernah berfikir lain selain teman
Teman, jangan pernah berfikir untuk memiliki teman
Teman, jangan pernah merubah hati teman
Dengarlah, teman…
Betapa pedihnya melepasmu
Dari genggaman yang stiap waktu tergelincir
karena disapu oleh batu-batu cadas yang curam dan
air hujan yang menyentuh bulu-bulu mata
serta hasrat yang selalu menyelimuti relung-relung hati yang kosong.
Sudahlah., kini waktunya telah tiba, dan aku harus pergi…
Maafkan aku teman ...
To : U teman..
Posted by iNi pHy.... at Thursday, July 26, 2007 1 comments
Thursday, July 19
"Papa, baca yang keras ya..."
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses,
seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan
kantor yang dia bawa pulang ke rumah,
karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting
dengan para pemegang saham.
Ketika sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut,
Putrinya Jessica datang mendekati, berdiri tepat di sampingnya,
sambil memegang buku cerita baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut,
sangat menarik perhatian Jessica,
"Pa, liat!" Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.
Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kaca matanya.
Kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi
"Wah, buku baru ya, Jes?" "Ya, Papa"
Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.
"Bacain Jessi dong, Pa," pinta Jessica lembut.
"Wah Papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh,"
sanggah Budi dengan cepat.
Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas
yang berserakkan di depannya.
Jessica bengong. Tapi ia belum menyerah.
Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu
"Pa, Mama bilang, Papa mau baca untuk Jessi."
Budi mulai agak kesal,
"Jes, Papa sibuk, sekarang Jessi suruh Mama baca ya?"
"Pa, Mama cibuk terus. Nih, Papa liat gambarnya, lucu-lucu."
"Lain kali Jessica. Sana.! Papa lagi banyak kerjaan!"
Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi.
Menit demi menit berlalu, Jessica menarik napas panjang dan tetap di situ,
berdiri di tempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.
"Pa..., gambarnya bagus. Papa pasti suka..."
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!"
Budi membentaknya dengan keras.
Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis,
matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya.
"Iya, Pa. Lain kali ya, Pa?"
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan
sambil menyentuh lembut tangan ayahnya,
ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.
"Pa, kalau Papa ada waktu, Papa baca keras-keras ya Pa,
supaya Jessica bisa denger...."
Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah
berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi,
Buku cerita Peri imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras
"Buukk..!!" Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris
bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabok
yang melajukan kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi.
Tubuh Jessica mungil terentak beberapa meter.
Dalam keadaan yang begitu panik, ambulance didatangkan secepatnya,.
Selama perjalanan menuju rumah sakit,
Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih
"Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang Papa-Mama."
Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi
ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi.
Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.
Kini yang ada hanyalah penyesalan.
Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana pun tidak dia penuhi.
Masih segar terbayang dalam ingatan Budi
tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk
membacakan sebuah cerita,
kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali,
"...Papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa dengar..."
Kata-kata Jessi itu mengiang kembali.
Sore itu setelah segalanya berlalu, yang tersisa hanya
keheningan dan kesunyian hati.
Canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi.
Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya
perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan.
Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak.
Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya
seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.
Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka
halaman pertama dan membacanya dengan sura keras.
Tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras.
Ia terus membacanya dengan keras-keras, halaman demi halaman,
dengan berlinang air mata. "Jessi, dengar Papa baca ya..."
Selang beberapa kata, hatinya memohon lagi
"Jessi, Papa mohon ampun, Nak. Papa sayang Jessi.."
Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya.
Tak kuasa menahan sakit itu, Budi bersujud dan menangis...,
memohon satu kesempatan lagi untuk belajar mencintai.
"hikz.., ak merasa kisah ini sangat mengetuk hati.
Semoga bisa dijadikan bahan Inspirasi untuk menggapai kehidupan yang lebih damai.
AAMIIN..."
Posted by iNi pHy.... at Thursday, July 19, 2007 1 comments
Friday, July 13
LuLuh
saat terindah saat bersamamu
begitu lelapnya aku pun terbuai
sebenarnya aku t’lah berharap
ku kan memiliki dirimu selamanya
segenap hatiku luluh lantah
mengiringi dukaku dan kehilangan dirimu
sungguh ku tak mampu mereda kepedihan hatiku
untuk merelakan kepergianmu
ingin kuyakini cinta takkan berakhir
namun takdir menuliskan kita harus berakhir
By : Samson
* Samson La9i samson Lagi...
Bams.., Koq Qita sNaSip c ... hikz :(
Posted by iNi pHy.... at Friday, July 13, 2007 0 comments
"seandainya kau tau perih didalam hatiku
apakah kau merasakan apa yang kurasa..???"
Posted by iNi pHy.... at Friday, July 13, 2007 0 comments
keKaSih SeJati
Aku yang memikirkan
Namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku
Tersita dengan angan tentangmu
Mencoba lupakan..
Tapi ku tak bisa
Mengapa… Begini…
Mungkin aku bermimpi
Menginginkan dirimu
Untuk ada disini menemaniku
Mungkinkah kau yang jadi
Kekasih sejatiku
Semoga tak sekedar harapku
BilaTak menjadi milikku
Aku takkan menyesal
Telah jatuh hati
Semoga tak sekedar harapku..
Posted by iNi pHy.... at Friday, July 13, 2007 0 comments
Thursday, July 12
Samson ~ Perbedaan
Posted by iNi pHy.... at Thursday, July 12, 2007 0 comments
